Pengaruh Peer Group Berbasis Media Sosial WhatsApp Terhadap Pengetahuan Ibu Hamil Dengan Anemia Tentang Pemenuhan Nutrisi di Desa Taddan Sampang
DOI:
https://doi.org/10.52298/ihsj.v6i2.225Keywords:
Ibu hamil, nutrisi, pengetahuan, peer group, WhatsApp, edukasi kesehatanAbstract
Latar Belakang: Pemenuhan nutrisi selama kehamilan berperan penting dalam menjaga kesehatan ibu dan mendukung pertumbuhan janin. Rendahnya pengetahuan ibu hamil terkait nutrisi dapat meningkatkan risiko anemia, Kekurangan Energi Kronis (KEK), serta komplikasi kehamilan. Edukasi kesehatan konvensional masih memiliki keterbatasan dalam jangkauan, intensitas pendampingan, dan akses informasi yang berkelanjutan. Pemanfaatan peer group berbasis media sosial WhatsApp berpotensi menjadi alternatif edukasi yang lebih interaktif dan mudah diakses. Tujuan: Menganalisis pengaruh peer group berbasis media sosial WhatsApp terhadap peningkatan pengetahuan ibu hamil tentang pemenuhan nutrisi. Metode: Penelitian menggunakan desain quasi-experimental dengan pendekatan one-group pretest-posttest. Sampel penelitian berjumlah 31 ibu hamil anemia yang memiliki smartphone dan akun WhatsApp aktif, dipilih menggunakan teknik total sampling. Intervensi berupa peer group berbasis WhatsApp dilaksanakan selama tiga minggu dengan pendampingan fasilitator melalui diskusi, berbagi informasi, dan sesi tanya jawab. Data pengetahuan dikumpulkan menggunakan kuesioner closed-ended multiple choice yang terdiri dari 20 pertanyaan dan diberikan sebelum serta sesudah intervensi. Analisis data dilakukan menggunakan Wilcoxon Signed Rank Test. Hasil: Hasil analisis menunjukkan adanya peningkatan pengetahuan ibu hamil setelah intervensi dengan nilai signifikansi p = 0,00 (p < 0,05), yang menunjukkan pengaruh signifikan peer group berbasis WhatsApp terhadap tingkat pengetahuan responden. Kesimpulan: Peer group berbasis media sosial WhatsApp efektif meningkatkan pengetahuan ibu hamil mengenai pemenuhan nutrisi. Metode ini dapat dijadikan alternatif edukasi kesehatan bagi tenaga kesehatan untuk mendukung peningkatan pengetahuan dan perilaku kesehatan ibu hamil.

